7 Januari 2007
Hanya Tuhan Yesus yang suka membuatku merasa hancur hati.
dia mampu dan suka membuatku merasa tersanjung tanpa membuatku besar kepala secara kasat mata, dia partner terbaik yang pernah kumiliki sebagai pasangan hidup.
Ketika kamu dipuji oleh pasanganmu 4 mata bahkan dihadapan orang lain walaupun itu adalah calon mertuamu
)) wajahmu tak bersemu merah seperti kepiting rebus, cara bicaramu tidak gagap, melainkan otakmu berpikir dan hatimu merasa untuk semakin merendahkan hatimu, engkau mengeluarkan perkataan2 uantuk memancing kebenaran2 yang ada di balik pujian itu dengan merendahkan hatimu, maka :
Jika pujian itu berisikan cemooh, berisi sindiran maka pujian itu “mungkin” memang baik bagimu, namun setidaknya mereka yang memujimu menyelipkan pemikiran negatif tentang dirimu.
Jika pujian itu semakin berisi dorongan positif, berisi benar2 pujian, bahkan orang lain juga mengatakan hal-hal yang berisi hal-hal yang membanggakan, berisi harapan2 positif maka pujian itu sungguh2 ditujukan denganmu, dengan tulus dan positif.
Berbahagialah hatimu, sebab dengan keredahan hatimu, puji-pujian itu engkau persembahkan pada Tuhan, karena bukan dengan kekuatanmu sendiri engkau memperoleh puji-pujian itu namun karena kasih karunia Tuhan Allahmu maka engkau menjadi pribadi yang membawa terangNya.
kerendahhatianmu dengan demikian menjadikan engkau semakin berkembang menjadi serupa dengan Kristus.
Hancur hati, what is that ?
mungkin ada banyak intepretasi tentang hal ini, menurut saya : hancur hati adalah suatu kondisi dimana perasaan hati kita terasa benar2 hancur, terasa remuk yang mana kita terasa benar-benar tidak berarti bagi dunia tapi sangat berarti bagi Allah kita.
Suatu sensasi yang amat menakjubkan yang dialami oleh orang2 beriman dan akan lebih menakjukan untuk dapat dirasakan hampir di setiap waktu, jika kita semakin serupa dengan Yesus.
Kondisi-kondisi yang memungkinkan untuk terjadi kehancuran hati :
- saat kita menunjukkan cinta kita pada Tuhan
terutma dengan pujian, penyembahan dan doa
- saat kita tergerak dengan penderitaan orang lain
terutama orang2 yang belum mengenal Yesus.
Umumnya kehancuran hati tampak sebagai tangisan disertai ucapan2 syukur ucapan2 yang merendahkan hati, permohonan2 ampun dan pertolongan dan lagu-lagu pujian.
menagis selalu dianggap kondisi wajar pada intepretasi umum, namun dalam kehancuran hati arti intepretasinya menjadi tak terdefinisi, karena merupakan pengalaman pribadi masing2 orang dalam dimensi ilahi atau dalam perjumpaan tiap pribadi dengan Allah Bapa di Sorga.